Selasa, 04 Desember 2012

E-business dan E-Commerce



A.    E-bussines
E-bisnis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
E-Business adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan— dapat berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
Keuntungan dan Kerugian dari E-Business yaitu :
1.      Dampak Positif
a.       Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
b.      Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
c.       Menurunkan biaya operasional(operating cost).
d.      Melebarkan jangkauan (global reach).
e.       Meningkatkan customer loyality.
f.       Meningkatkan supplier management.
g.      Memperpendek waktu produksi.
h.      Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)
2.      Dampak Negatif
a.       Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan.
b.      Pencurian informasi rahasia yang berharga.
c.       Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
d.      Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak.
e.       Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
f.       Kerugian yang tidak terduga.

B.     E-comerse
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis.
Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public.
Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
1.      Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan.
2.      Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
3.      Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan.
Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

Perbedaan yang mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan e-commerce memang benar-benar money oriented (berorientasi pada perolehan uang), sedangkan e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya.
E-commerce dan e-business juga memiliki kesamaan tujuan utama yaitu memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya. E-commerce dan e-business merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui media Internet.
·         E-business lebih luas dalam lingkup dan e-commerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari e-business.
·         E-commerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.
·         E-commerce pada prinsipnya melibatkan perdagangan uang sedangkan dalam e-business, transaksi uang tidak diperlukan.
·         E-business melibatkan pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll.

Dari yang telah dijelaskan apa arti dari e-bussiness, ada beberapa jenis tentang e-bussiness itu sendiri yaitu:
1.      B2C = Business to Consumers
Adalah suatu Bisnis-(Business) yang menjual/menyediakan-(to) produk atau jasa pada konsumen-(Consumers) untuk memenuhi permintaan/kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Sekalipun B2C juga ada dalam kegiatan bisnis offline, B2C lebih digunakan untuk sebutan salah satu jenis bisnis online. Pada tahun 1990-an, BTC memainkan peranan besar dalam suatu perkembangan internet komersial. Beberapa pengusaha lebih memilih B2C dibanding jenis bisnis lain karena mereka lebih memilih untuk memasarkan produk/jasa mereka langsung kepada public sehingga public lebih percaya.
2.      B2B = Business to Business
Adalah sutu transaksi elektronik yang dilakukan antar perusahaan yang ditandai dengan :
a.       Volume/kapasitas transaksi dalam jumlah relative besar.
b.      Harga yang kompetitif juga stabil.
c.       Pengiriman yang cepat
d.      Masalah pembayaran sering diperbolehkan menunggak (pembayaran dicicil)
3.      B2G = Business to Government
Adalah bisnis yang dilakukan dengan lembaga pemerintahan. Dengan konsep seperti menggunakan satu site pusat yang sama untuk bertukar informasi dapat mempermudahkan pemerintah. Sebagai contoh, sebuah site yang menggunakan sistem bisnis B2G menyediakan jasa pengisian suatu formulir pembayaran pajak yang lalu data nya akan terkirim langsung otomatis pada pemerintah.
4.      B2E = Business to Education
Adalah bisnis yang berhubungan dengan segala hal dalam sector pendidikan seperti misalnya jasa yang ditawarkan oleh suatu web yaitu penjualan fasilitas pembelajaran seperti meja, kursi, dsb.
5.      C2C = Costumer to Costumer
Merupakan bisnis online yang dilakukakan antar konsumen seperti lelang misalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar